Penyakit yang Obatnya Belum Ditemukan

Diposting pada

Jaman sekarang variasi penyakit semakin banyak. Hal ini tentu diimbangi  dengan penemuan-penemuan obat, banyak penyakit yang obatnya belum ditemukan: Para ahli terus melakukan inovasi untuk perkembangan dunia medis, salah satunya obat-obatan. Dengan penemuan itu, diharapkan mampu meningkatkan harapan hidup lebih banyak orang.

Anda mungkin kerap mendengar kalimat “semua penyakit ada obatnya”. Sayangnya kalimat itu tidak berlaku untuk beberapa penyakit yang belum ditemukan obatnya. Penyakit apa sajakah itu? berikut beberapa penyakit yang obatnya belum ditemukan:

  • Kanker

Di urutan pertama diduduki oleh kanker. Kanker adalah penyakit yang mulai terjadi pada salah satu organ atau jaringan di tubuh akibat sel abnormal yang tumbuh tidak terkontrol. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya atau bagian tubuh yang lain.

Kanker dijuluki sebagai penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Kanker sering menyebabkan kematian, karena penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gejala pada masa awal perkembangannya. Akibatnya, kanker baru terdeteksi dan mendapat penanganan setelah mencapai stadium lanjut.

Pemicu utama kanker adalah perubahan (mutasi) genetik pada sel sehingga sel tersebut tumbuh tidak normal. Sebenarnya, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk menghalangi sel abnormal ini. Namun, jika mekanisme itu tidak berhasil, maka sel abnormal akan tumbuh secara tidak terkendali.

Faktor yang bisa menyebabkan pertumbuhan sel kanker berbeda-beda, bergantung pada jenis kankernya. Meskipun obatnya masih belum ditemukan, tapi pengobatan kanker sudah melaju dengan cepat sejak 10 tahun terakhir. Pengobatan kanker yang bisa dilakukan saat ini misalnya menggunakan sinar radiasi dan melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat sel kanker tersebut.

  • Leukemia

Leukimia sebenarnya termasuk dalam jenis kanker. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa leukemia menjadi salah satu penyakit yang obatnya belum ditemukan. Leukemia adalah kanker darah akibat tubuh yang terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal. Sel darah putih yang berlebih ini akan menyerang jaringan pembuluh darah, sumsum tulang belakang, dan kelenjar getah bening.

Berbeda dengan kanker lainnya, leukemia umumnya tidak membentuk massa atau tumor. Leukemia akan menyebabkan gejala-gejala yang datang secara tiba-tiba dalam tubuh. Gejala yang timbul akibat penyakit ini cukup mengkhawatirkan karena akan sangat mengganggu pengidapnya sehingga mereka tidak bisa beraktivitas sebagaimana mestinya.

Dilansir dari Healthline, belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit leukemia secara langsung. Meskipun begitu, kemoterapi dan imunoterapi dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko penyakit.

  • Lupus

Salah satu penyakit yang obatnya belum ditemukan adalah lupus. Penyakit lupus atau lupus eritematosus merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan di beberapa bagian tubuh, seperti kulit, sendi, ginjal, hingga otak.

Dalam kondisi normal, sistem imun seharusnya melindungi tubuh dari bahaya infeksi virus atau bakteri. Sedangkan pada pengidap lupus, sistem imun justru menyerang jaringan dan organ tubuhnya sendiri. Lupus sering dijuluki sebagai penyakit seribu wajah karena kemampuannya dalam meniru gejala penyakit lain. Hal itu bisa menyebabkan kesulitan diagnosis sehingga langkah penanganannya kurang tepat.

Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit lupus. Adapun pengobatan hanya untuk meringankan gejala. Beberapa obat yang umumnya diberikan pada pengidap lupus yaitu mulai dari obat NSAID hingga kortikosteroid. Lupus bisa dialami oleh siapa pun, tapi lebih sering dialami oleh wanita.

  • Demensia

Demensia adalah gangguan kesehatan yang menyebabkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Meskipun sama-sama penurunan daya ingat, demensia sangat berbeda dengan pikun. Pikun adalah perubahan kemampuan berpikir dan mengingat yang normal dialami seiring pertambahan usia sedangkan demensia disebabkan oleh rusaknya sel saraf dan hubungan antarsaraf pada otak.

Gejala utama demensia adalah penurunan daya ingat dan perubahan pola pikir yang tampak pada perilaku dan cara bicara. Penyakit yang obatnya belum ditemukan ini memiliki gejala yang dapat memburuk seiring waktu. Pada tahap selanjutnya, demensia akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan mulai terjadi gangguan mental organik. Penderita bahkan bisa tersesat saat melewati jalan yang sering dilalui atau sulit berkomunikasi. Pada tahap terparah, penderita demensia bahkan kehilangan kemampuan untuk berjalan, duduk atau mengenali anggota keluarga.

Penyakit demensia belum memiliki obat khusus. Penyakit demensia juga dipercaya tidak bisa disembuhkan dengan satu obat saja, harus disertai berbagai terapi yang setidaknya bisa dilakukan bagi penderita demensia, seperti terapi stimulasi kognitif hingga terapi okupasi.

  • Diabetes

Jika anda adalah penderita diabetes, anda mungkin tidak heran mengapa penyakit ini masuk ke dalam daftar penyakit yang obatnya belum ditemukan. Faktanya, diabetes melitus atau kencing manis memang belum ada obatnya. Yang ada hanyalah mengendalikannya dengan mengubah gaya hidup dan pola makan.

Beberapa penderita diabetes mungkin menunjukkan kadar gula darah normal pada hasil tesnya. Hal ini mungkin saja terjadi, terutama ketika penderita diabetes mulai aktif bergerak dan menjalani diet sehat dengan disertai dengan konsumsi nutrisi khusus diabetes. Mereka akan mencapai tingkat glukosa darah yang stabil. Namun, gula darah bisa kembali naik jika berhenti menjalani gaya hidup sehat.

Sebagai informasi, diabetes atau penyakit gula adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga melebihi batas normal. Diabetes terjadi saat tubuh pengidapnya tak lagi mampu mengambil gula (glukosa) ke dalam sel dan menggunakannya sebagai energi. Kondisi ini akan menghasilkan penumpukan gula ekstra dalam aliran darah tubuh.

Penyakit diabetes yang tidak terkontrol dengan baik bisa menimbulkan efek yang serius, menyebabkan kerusakan pada berbagai organ dan jaringan tubuh.  Seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf.

  • HIV/AIDS

Fakta bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit yang obatnya belum ditemukan bukanlah hal yang mengejutkan. Karena itulah penyakit ini tidak bisa disembuhkan. HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan cara menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan semakin lemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

Jika tidak segera ditangani, HIV akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, tubuh sudah sepenuhnya kehilangan kemampuan untuk melawan infeksi.

Gejala penyakit ini hanya bisa dikendalikan dan peningkatan sistem imun yang dilakukan lewat terapi antiretoviral (ARV). Obat ARV tidak bisa menyembuhkan, hanya bisa membantu orang dengan HIV hidup lebih lama dan lebih sehat.

HIV adalah penyakit seumur hidup. Artinya, virus HIV akan menetap di dalam tubuh penderita seumur hidupnya.

Itulah beberapa penyakit yang obatnya belum ditemukan. Istilah “lebih baik mencegah daripada mengobati” memang benar adanya, karena ternyata tidak semua penyakit ada obatnya. Lakukan tindakan pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat, bebas rokok, alkohol dan aktivitas seksual yang beresiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *