Kenali Jenis Ikan yang Cocok untuk MPASI

Diposting pada

Ada berbagai makanan penuh nutrisi yang dapat dijadikan bahan MPASI. Salah satunya yakni ikan. Tidak hanya buah dan sayur saja, ikan baik untuk perkembangan dan pertumbuhan si kecil. Bunda-bunda bisa mencoba mengkreasikan ikan untuk menu MPASI. Lantas apa saja ikan yang biasa digunakan untuk MPASI?  Mari kita simak berikut ini:

Jenis Ikan yang Cocok untuk MPASI

Mungkin Bunda pernah mendengar, jika masih terlalu dini sebaiknya jangan beri Si Kecil makanan yang bersumber dari ikan, karena disinyalir dapat membuat tubuh anak alergi. Kenyataannya informasi yang beredar tersebut tidaklah benar.

Ikan memiliki banyak protein. Protein tersebut sangat bagus untuk meningkatkan kekuatan otot, juga mendorong pembentukan kulit, rambut dan kuku. Adapun jika dengan menu MPASI ikan justru buah hati tidak doyan atau bahkan alergi, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter sehingga buah hati mendapatkan obat dan penanganan terbaik.

Sementara bagi yang tidak memiliki alergi atau doyan mengkonsumsi ikan, berikut beberapa jenis ikan yang cocok digunakan sebagai bahan menu MPASI, diantaranya yaitu:

  1. Ikan Lele

Pasti Bunda sudah tidak asing dengan ikan yang satu ini? Jenis ikan yang hidup di air tawar dengan ciri memiliki warna hitam mengkilat dengan kumis di bagian kepala. Kebanyakan lele dimasak dengan sistem digoreng atau dibakar.

Namun penggunaan ikan lele untuk menu MPASI yakni dengan cara diambil dagingnya dan memasaknya pun dengan cara dikukus atau di oven. Sangat pas untuk dijadikan menu MPASI karena mengandung banyak protein dan lemak.

Dalam 100 gram lele mengandung nutrisi diantaranya yaitu protein 7,8 gram, kalsium sebesar 289 mg, lemak 372 kalori, karbohidrat sebesar 3,5 gram, kalsium sebesar 289 mg, zat besi 5,3 mg, dan fosfor sebesar 295 mg.

Saat memasaknya pastikan duri dan tulang sudah terangkat, dan tidak ada duri atau tulang yang menempel atau tercampur dalam adonan daging menu MPASI.

  1. Belut

Rupanya yang menggelikan, karena sedikit mirip dengan hewan melata yakni ular. Siapa sangka kalau hewan kecil bernama belut sangat kaya akan nutrisi. Adapun kandungan nutrisi dalam belut yaitu protein 25,9 gram, lemak 19,4 gram, karbohidrat yakni 32 gram, kalsium 840 mg, fosfor 872 mg, kalium sebesar 217 gram.

Nutrisi dalam belut dapat meningkatkan berat badan karena belut mampu membuat nafsu makan bertambah.

  1. Teri

Apakah bunda pernah terbesit, apa saja manfaat teri selain dijadikan bahan tambahan untuk sayur lalapan atau tambahan sambal? Sebenarnya teri meskipun dikategorikan sebagai ikan yang berukuran lain, mampu memberikan manfaat lain diantaranya yaitu tinggi akan nutrisi dan cocok sebagai bahan MPASI Si Kecil.

Jika dihitung-hitung maka nutrisi yang terdapat dalam ikan teri yaitu protein sebesar 33,4 gram, lemak yang berjumlah 3 gram, kalsium sebesar 1200 mg, fosfor yakni sebesar 1500 mg, zat besi yakni sebesar 3,6 mg.

Ada hal lain yang perlu Bunda ingat bahwa ikan teri yang sudah dijual di pasar cenderung memiliki rasa yang cukup asin, hal ini karena ikan teri sudah melewati proses pengawetan. Maka untuk mengurangi rasa asin dalam ikan teri, Bunda bisa merendamnya dengan air hangat dengan rentan waktu selama 10-15 menit saja sebelum akan dimasak.

  1. Bandeng

Jenis ikan Bandeng cocok digunakan untuk menu MPASI bagi Si Kecil yang berumur setengah tahun ke atas. Maka dari itu Bunda, kita harus memahami ketentuannya, jika ada ketentuan umur lebih baik jangan melanggar dan jangan pula memaksa untuk diberikan kalau anak umurnya masih kurang dari 6 bulan.

Sebab jika hal ini dilakukan, maka imbasnya adalah resiko terjadinya kesehatan yang kian menurun. Ikan Bandeng memiliki kelebihan yakni adanya kandungan DHA yang lebih tinggi. DHA yang berfungsi untuk meningkatkan kecerdasan otak.

Membangun kecerdasan otak harus dilakukan sedini mungkin dengan perlahan dan memahami kondisi anak. Dalam ikan Bandeng terdiri dari protein yakni sebesar 17, 1 gram, lemak dengan 20,3 gram, karbohidrat sebesar 11,3 gram, zat besi 1,9 mg, fosfor 659 mg.

  1. Ikan Mujair

Salah satu jenis ikan yang sangat gampang ditemui di pasaran. Bunda dapat menggunakan tambahan menu MPASI agar semakin sedap dengan cara mengkreasikan dengan ikan mujair. Di dalam ikan Mujair terdiri dari protein sebesar 46,9 gram, lemak sebesar 23,9 gram, kalsium sebesar 346 gram, dan zat besi sebesar 0,9 gram.

Cara Menyimpan Menu MPASI

Saat memberikan menu MPASI, ada beberapa hal yang perlu Bunda ketahui yakni tentang cara memasak menu MPASI, pemberian porsi untuk MPASI dan tidak kalah penting yaitu cara menyimpan menu MPASI.

Ada kalanya SI Kecil agak susah saat dibujuk untuk makan, akibatnya menu MPASI yang dibuat masih utuh. Sehingga dengan begini Bunda akan menyimpannya kembali. Saat menyimpan menu MPASI tidak bisa dilakukan dengan sembarangan karena jika penyimpanan dilakukan secara asal-asalan saja, maka MPASI yang sudah dibuat akan cepat basi dan tidak cocok untuk dikonsumsi.

Maka dari itu agar nantinya MPASI tidak cepat basi saat disimpan, ada beberapa cara untuk menyimpannya diantaranya yaitu:

  1. Memahami kandungan bahan apa saja yang ada di dalam MPASI, jika sudah pilah-pilah bahan makanan manakah yang awet maupun bahan manakah yang tidak tahan lama, sehingga harus cepat untuk dihabiskan.
  2. Menyimpan menu MPASI pada wadah yang benar.

Bunda dapat menyimpan MPASI dengan wujud padat maka sebaiknya agar disimpan dalam wadah yang terbuat dari plastik atau kaca. Selain itu jika Bunda menggunakan bahan kaca, maka gunakanlah yang berjenis BPA Free.

Simpanlah MPASI dalam satu wadah untuk sekali makan saja, supaya lebih bersih.

Adapun MPASI yang berwujud cair seperti halnya dalam bentuk pure atau bubur maka simpanlah ke dalam bentuk ice cube. Ice cube juga harus dilapisi plastic agar terasa lebih higienis.

  1. Menulis tanggal dalam pembuatan MPASI. Bertujuan agar Bunda lebih nyaman dalam memilih makanan apa saja yang perlu penyimpanan yang cukup lama.
  2. Menyimpan MPASI didalam Freezer

MPASI yang disimpan ke dalam freezer harus diatur dalam suhu diantaranya yakni 4 hingga 5 derajat celcius. Penyimpanan dalam waktu 3-6 bulan, namun alangkah baiknya sebelum bulan ke 3, MPASI sudah habis dikonsumsi.

  1. Jika Freezer mengalami kerusakan maka tidak masalah jika Bunda akan menaruh menu MPASI tersebut di rak yang ada di bawah freezer dengan catatan tidak boleh lebih dari 2 hari.

Demikian informasi tentang kenali jenis ikan yang cocok untuk MPASI. Bunda dapat mengkreasikan menu MPASI dan ikan yang mana yang akan dimasak. Semoga pembahasan kali ini memberikan manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *